Monthly Archives: February 2014

Tarangan Besar atau Kecil..?

Ilustrasi puter sebagai baby sister

Ilustrasi puter sebagai baby sister

Semarang-Memanfaatkan Burung  puter sebagai “baby sister” guna  membesarkan piyikan perkutut memang menguntungkan terutama kalau dibandingkan dengan diasuh induknya diasuh puter mempunyai resiko kematian  lebih kecil, keuntungan lain  pemakaian jasa puter adalah bisa meningkatkan produktifitas yah kalau dibandingkan  diasuh indukan sendiri bisa dua kali lipat.

Eks. Manager Bola PSIS Boyong Perkutut

mr erwin tungal setiawan

mr erwin tungal setiawan

Semarang-Usia perkenalanya dengan hobi perkutut memang belum genap sebulan namun kalau dilihat semangatnya terlihat seperti orang yang sudah lama menekuni hobi perkutut, ya begitulah sosok erwin dalam menekuni hobinya.

Waloja BF…..Suport Penuh Liga Marcopolo

h mury kanan dan team nya

h mury kanan dan team nya

 

Semarang-Blom Habis ….inilah kata yang tepat untuk melukiskan keberadaan team waloja madiun  yang sempat di kabarkan  mulai meredup usai ngadatnya jagoan-jagoan team waloja di ajang nasional,  nama waloja sendiri memang sempat menjadi buah bibir dikalangan kung mania apalagi sejak  jagoanya yang bernama pangeran dan samurai menjadi  “raja” di event-event nasional praktis nama mury waloja makin berkibar.

Hasil Liga Marcopolo di solo 9/2/14

DUO Waloja Berjaya di Pembukaan Liga Marcopolo, Team Perkututinfo group rebut 4 piala

Suasana Lomba

Suasana Lomba

Semarang-Pembukaan Liga Perkutut “Marcopolo”  2014 berlangsung meriah,  liga yang digagas bersama empat pengda madiun,solo,pacitan dan ponorogo ini mendapat respon positif dari seluruh elemen kung mania di solo dan sekitarnya tk heran dari 5 blok yang di sediakan panitia hampir sebagian besar terisi, termasuk kelas “baru” dewasa yunior juga diminati kung mania.

“Belajar” Suara Burung Perkutut Tidak Mudah.

IMG_3720

Hobi memelihara burung perkutut termasuk hobi yang mengasikkan menikmati  suara perkutut bisa jadi suata kenikmatan yang tak pernah ternilai harganya, maka tidak mengherankan bila ada penghobi perkutut  yang tidak mau menjual perkututnya dengan harga “mahal” karena menurutnya menjual burung kesayanganya sama juga “menjual kenikmatannya” .